Blogger Widgets

Dikejar Polisi, Maling Motor Masuk Gang Buntu

Diposting Unknown jam 00.53
Dikejar Polisi, Maling Motor Masuk Gang Buntu

TEMBALANG- Apes benar nasib dua maling motor, Mamik Handoyo (31), warga Cangkring RT 01/RW 02 Tegowanu, Grobogan dan Siswo Adi Nugroho (24), warga Gubug Kota RT 03/RW 05 Gubug, Grobogan ini. Bagaimana tidak, dengan membawa sepeda motor hasil curiannya, mereka sudah berusaha lari terkencing-kencing dari kejaran polisi. Celakanya, justru mereka masuk gang buntu.

Tentu saja, hari itu menjadi waktu paling naas bagi dua maling motor ini. Pasalnya, keduanya termasuk mafia motor yang telah puluhan kali beraksi di daerah Tembalang dan berhasil lolos dari sergapan polisi. Sementara motor hasil curiannya telah mereka jual ke seorang penadah di daerah Pati.

Pencurian tersebut terjadi pada tanggal 09 Mei 2012 sekira pukul 21.30, di sebuah kos-kosan mahasiswa di Jalan Galangsewu Raya No 170 Tembalang. Dua tersangka mencuri sepeda motor Yamaha Mio bernopol H 6438 PD milik Oka Maselia (22), warga Jambearum RT 04/RW 04 Patebon, Kendal.

"Mereka berhasil mengambil motor. Tapi, aksinya diketahui warga sekitar, kemudian dilakukan pengejaran. Pada saat bersamaan, petugas kami yang sedang patroli memergokinya. Kami mengejarnya, tapi mereka justru masuk di sebuah gang buntu," ujar Kapolsek Tembalang Kompol Purwanto, saat gelar perkara, kemarin.

Dikatakan Kapolsek, dua tersangka tersebut termasuk terget penangkapan. Mereka telah beraksi lebih dari 30 tempat kejadian perkara di Tembalang. "Mereka mempunyai jaringan yang rapi. Mulai dari eksekutor, kurir hingga penadah. Semua motor hasil curiannya dijual ke seorang penadah di daerah Pati," katanya.

Tersangka Mamik mengaku, saat beraksi ia selalu berpasangan dengan Siswo Adi Nugroho dengan mengendarai Yamaha Mio warna merah H 4532 ZP. Dia juga mengakui telah beraksi sejak awal tahun 2010. "Saya sudah lupa berapa kali, yang jelas puluhan kali," kata residivis kasus serupa pada tahun 2003 ini.

Mamik sendiri berperan sebagai eksekutor. Sedangkan Adi bertugas menjadi driver. "Motor hasil curian saya jual ke Pati. Setiap kali dapat barang, nanti diantar langsung oleh peluncur JN (buron), bertemu di Karangawen. Nanti di Pati diserahkan ke penadah AL (buron)," ungkapnya.

Sementara Adi mengaku memilih Tembalang menjadi daerah empuk untuk dijadikan sasaran karena banyak kos-kosan. Mereka beraksi menggunakan alat kunci T, "Sekali beraksi hanya membutuhkan waktu beberapa detik hingga menit. Paling gampang adalah motor Mio dan Supra X 125," katanya.

Kisaran harga motor hasil curian itu dibandrol Rp 1,5 hingga Rp 2 juta ke penadah. "Kami sendiri, sekali aksi dapat jatah Rp 600-700 ribuan. Sementara peluncur mendapat bagian Rp 200 ribu," katanya yang setiap aksi memilih malam sejak pukul 19.00- 21.30 ini. (abm)

1 komentar:

  1. saya mahasiswa undip, tanggal 28 nov kehilangan sebuah motor Yamahan Jupiter nopol H 5861 KF di jln tirto agung 4a, tembalang sekitar jam 8-9 malam. dimohon bantuannya untuk segala informasi yang dimiliki. saya sangat berharap motor tersebut dapat ditemukan. trima kasih

    BalasHapus

 

Korupsi


Siapa lagi? »

Peristiwa


Arsip Peristiwa »

Berita


Arsip Berita »

Modus


Arsip Modus »

Jeng-jeng


Arsip Jeng-jeng »

Kasus


Arsip Kasus »

Horor Kota


Arsip Horor Kota »

Kriminal


Arsip Kriminal »

Tradisi Budaya


Selanjutnya »

Politik Itu Kejam


Simak Selanjutnya? »

Komunitas Pembaca


*) Tulis peristiwa di sekitar Anda, kirimkan ke email redaksi kami: singautara79@gmail.com

Citizen Journalism


Siapa lagi yang nulis? »

Wong Kene


Arsip Wong Kene »