Blogger Widgets

Maling Kos-kosan Berkeliaran

Diposting Unknown jam 02.36
BAGI para penghuni kos-kosan musti tetap waspada. Karena maling masih berkeliaran mengincar kos-kosan. Sekali saja lengah, barang berharga milik Anda bisa lenyap diembat pencuri.

Seperti yang dialami mahasiswa salah satu universitas di Semarang, Anton (19), ini. Sebuah ponsel dan laptop miliknya raib digasak maling, kemarin. “Saya mengetahui pencurian itu pukul 07.30. Saat bangun tidur, HP dan laptop sudah raib,” ujar mahasiswa yang ngekos di Jalan Mugas Dalam II/ 12 Semarang.
Mahasiswa asli Penanggungan RT 02/RW 01 Gabus Pati ini pun tersontak kaget. Tujuan hendak berangkat kuliah pun tertunda karena gugup mencari perangkat tehnologi miliknya. "Padahal semalam HP dan laptop tersebut saya letakan di meja, kemudian saya tinggal tidur,” katanya.

Dia mengaku sudah mencari ke seluruh sudut ruangan dan tetangga kamar. Namun hasilnya nihil. Bahkan telah ditanyakan pula ke warga sekitar, namun tak satupun warga yang mengetahui ada indikasi pencurian ataupun melihat orang yang mencurigakan. Raut wajah bingung pun tak mampu disembunyikan, karena barang-barang berharganya tetap tak ditemukan."Saya sudah menutup pintu. Tapi memang tidak saya kunci,” ujarnya.

Ia pun tidak mau ambil pusing, melihat kondisi kos-kosannya tidak aman dan rawan maling. “Tentu hal ini sangat meresahkan,” katanya. Dia berharap kasus pencurian semacam ini perlu mendapat perhatian semua pihak. Baik sistem keamanan oleh pengelola kos-kosan, RT, kelurahan dan terutama pihak kepolisian. Hingga saat ini tim Reskrim Polrestabes masih menyelidiki. (abm)
 

Korupsi


Siapa lagi? »

Peristiwa


Arsip Peristiwa »

Berita


Arsip Berita »

Modus


Arsip Modus »

Jeng-jeng


Arsip Jeng-jeng »

Kasus


Arsip Kasus »

Horor Kota


Arsip Horor Kota »

Kriminal


Arsip Kriminal »

Tradisi Budaya


Selanjutnya »

Politik Itu Kejam


Simak Selanjutnya? »

Komunitas Pembaca


*) Tulis peristiwa di sekitar Anda, kirimkan ke email redaksi kami: singautara79@gmail.com

Citizen Journalism


Siapa lagi yang nulis? »

Wong Kene


Arsip Wong Kene »