Blogger Widgets

Copet Berkeliaran di Mal Paragon

Diposting Unknown jam 19.35
Manajer Property Mal Paragon Adityo Nugroho Menunjukkan rekaman CCTV 

SEMARANG- Keamanan di Mal Paragon Semarang kian dipertanyakan. Sejumlah pengunjung mal mengaku resah karena menjadi korban pencopetan, serta pencurian bermodus pembobolan mobil.

Salah satu korbannya adalah seorang dokter spesialis kecantikan Yustiana Arie Suwanto (31), warga Jalan Pamularsih Raya No 21-23 RT 01/RW 09 Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Yustiana menjadi korban pencopetan saat belanja di Outlet Eksekutif Mal Paragon lantai 2. Pelaku menggasak dompet berisi uang Rp 2,3 juta yang ditaruh di dalam tas cangklong merek Esprit warna coklat. “Tau-tau resletingnya terbuka, saat saya cek, dompet saya hilang,” ujar Yustiana saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Senin (29/10).

Ia mengaku telah melaporkan kejadian itu ke pihak keamanan mal setempat. Namun ia sangat kecewa lantaran laporannnya tidak mendapat respon.  Bahkan salah satu kasir malah mengatakan ‘diikhlaskan saja, di mal sini (Paragon-red) sudah biasa ada yang kehilangan’. Sementara saat mengadu kepada petugas keamanan hanya dicatat identitas, tanpa ada tindak lanjut. “Bahkan saat saya tanya bisakah melihat CCTV? Petugas scurity tersebut malah menjawab tidak bisa. Itu wewenang manajemen,” ujar korban menirukan jawaban salah seorang petugas keamanan.

Diceritakan korban, pencopetan itu terjadi pada Jum'at (26/10), sekitar pukul 14.00. Bersama suami, dr. Heru Prasetya Gumay dan dua anaknya, dua dokter spesialis kecantikan ini bermaksud belanja. “Saya masuk di Outlet Eksekutif Mal Paragon lantai 2. Pencurian itu diketahui setelah saya masuk di Sour Sally. Saat membuka tas mendapati uang beserta surat-surat penting hilang. Saya yakin, hilangnya di Outlet Eksekutif, karena sebelumnya belum masuk counter lain,” kata dokter yang praktek di Jalan Menoreh Raya No 94 ini.

Tidak hanya itu, ternyata sebelumnya, dalam waktu yang tak berselang lama, ada korban lain di tempat yang sama. Korbannya adalah Ajeng Ayuningrum, warga Mahesa Selatan IV 5/79 Semarang RT 03/RW 03 Pedurungan, Semarang. Ia kehilangan BlackBerry Smart Phone. “Bahkan Ajeng juga mendapat perlakuan yang sama saat mengadu kepada pihak kasir dan petugas keamanan,” imbuh suami korban Heru Prasetya Gumay.

Heru mengaku sangat kesal dan kecewa, karena aduan konsumen disepelekan. Beberapa kejadian pencurian di mal Paragon sebelumnya tidak mendapatkan penanganan secara serius. “Sekelas Mal Paragon seharusnya ada CCTV. Scurity mengatakan, di Outlet Eksekutif tidak dilengkapi CCTV. Mereka lepas tangan begitu saja. Saya tak habis pikir, kenapa sekelas mal terbesar di Kota Semarang tidak ada CCTV. Masak maling bebas berkeliaran di mal kok dibiarkan. Apa bedanya dengan pasar Johar?” katanya kesal.

Heru melanjutkan, Chip Scurity Mal Paragon Cahyo pada Jum’at sore (26/10), sekitar pukul 16.00, memberi kabar bahwa dompet korban telah ditemukan di Tenant Kulkit lantai 2 di sela-sela pakaian. “Uangnya hilang,” imbuhnya.

Sementara Manajer Property  Mal Paragon Adityo Nugroho yang menerima aduan korban pada Senin (29/10) di Mal Paragon mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti dan melakukan evaluasi terkait keluhan konsumen. “Kami siap membantu proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolsian. Termasuk menunjukkan rekaman CCTV pada jam kejadian. Namun, kalau di dalam Outlet Eksekutif tidak ada CCTV,” katanya.

Adityo mengaku, pengamanan di Mal Paragon sebenarnya telah diperketat sejak lebaran 2012 lalu. “Sudah kami terapkan double pengamanan sejak lebaran. Kami sudah berusaha melakukan antisipasi, tapi ternyata ada kejadian lagi. Bahkan kami juga menempatkan petugas keamanan tak berseragam," katanya.

Sebelumnya, Sabtu (13/10) sekitar pukul 20.30, Ayu Paraletin, warga Jalan Dr Sutomo, Slawa Kulon, Tegal juga menjadi korban pencurian di parkir Mal Paragon. Sebuah ponsel BlackBerry miliknya raib digondol maling. ia memarkirkan mobil Grand Vitara G 8 F di area parkir mal tersebut.

Hingga saat ini, laporan bernomor LP/1.937/X/2012/jtg/restabes ini masih diselidiki oleh tim Reskrim Polrestabes Semarang. (G-15/LSP)





2 komentar:

  1. Berita ini masuk koran baru tahu rasa tuh

    BalasHapus
  2. Suami ak juga salah satu korban... Malahan 1 tas ilang pas d dalem happy time... Jawaban pihak paragon cuma 'cctv adanya dluar, kalo d dalem outlet qt ga tanggung jawab..yg tanggung jawab outletnya' trus lapor outletnya cuma dicatet data diri...
    udah gitu doang... Sama sekali ga ada penanganan lebih lanjut.. Mau ga mau diikhlasin deh...

    BalasHapus

 

Korupsi


Siapa lagi? »

Peristiwa


Arsip Peristiwa »

Berita


Arsip Berita »

Modus


Arsip Modus »

Jeng-jeng


Arsip Jeng-jeng »

Kasus


Arsip Kasus »

Horor Kota


Arsip Horor Kota »

Kriminal


Arsip Kriminal »

Tradisi Budaya


Selanjutnya »

Politik Itu Kejam


Simak Selanjutnya? »

Komunitas Pembaca


*) Tulis peristiwa di sekitar Anda, kirimkan ke email redaksi kami: singautara79@gmail.com

Citizen Journalism


Siapa lagi yang nulis? »

Wong Kene


Arsip Wong Kene »